Selasa, 07 Februari 2012

Peace (Damai)




Peace
Damai



99
Q: What’s peacefulness like?
A: What’s confusion? Well, peacefulness is the end of confusion.
. 
Q : Seperti apakah kedamaian itu?
A : Mengapa dipusingkan? Baik, kedamaian itu akhir dari kebingungan.


100
Peace is within oneself to be found in the same place as agitation and suffering. It is not found in a forest or on a hilltop, nor is it given by a teacher. Where you experience suffering, you can also find freedom from suffering. Trying to run away from suffering is actually to run toward it.

Kedamaian ada pada diri sendiri,
ditemukan di tempat yang sama dengan kesulitan dan penderitaan.
Tidak ditemukan di hutan atau di puncak gunung atau pun
diberikan oleh guru. Ketika Anda merasakan penderitaan,
Anda juga dapat menemukan kebebasan dari penderitaan.
Mencoba lari dari penderitaan sebenarnya justru berlari menuju penderitaan.


101
If you let go a little, you will have a little peace. If you let go a lot, you will have a lot of peace. If you let go completely, you will have complete peace.

Bila Anda melepaskan sedikit, Anda akan mendapat sedikit kedamaian. Bila Anda
melepaskan banyak, Anda akan mendapatkan banyak kedamaian. Bila Anda
melepaskan seutuhnya maka Anda akan mendapatkan kedamaian seutuhnya.


102
Actually, in truth, there isn’t anything to human beings. Whatever we may be, it’s only in the realm of appearances. However, if we go beyond appearances and see the truth, we will see that there isn’t anything there but the universal characteristics - birth in the beginning, change in the middle, and cessation in the end. This is all there is. If we see that all things are like this, then no problems arise. If we understand this, we will have contentment and peace.

Sebenarnya, dalam kebenaran, tidak ada apapun pada manusia. Menjadi apapun diri
kita, hanya merupakan tampilan luar. Akan tetapi, bila kita melampaui apa yang tampak
dan melihat kebenaran, kita akan melihat bahwa tidak ada apapun kecuali karakteristik
universal --kelahiran pada awalnya, perubahan pada pertengahan, dan perhentian pada
akhirnya. Inilah keseluruhan yang ada. Bila kita melihat segala sesuatu dengan cara ini,
tidak akan ada masalah yang muncul. Bila kita mengerti hal ini, kita akan mendapatkan
kepuasan dan kedamaian.


103
Know what is good and bad, whether traveling or living in one place. You can’t find peace on a mountain or in a cave. You can even go to where the Buddha attained enlightenment without getting closer to the truth.

Mengetahui apa yang baik dan buruk, ketika berpergian atau tinggal di suatu tempat.
Anda tidak akan menemukan kedamaian di gunung atau dalam gua. Anda bahkan dapat
pergi ke tempat Sang Buddha mencapai penerangan tanpa lebih dekat dengan
kebenaran.


104
Looking outside the self is to compare and to discriminate. You will not find happiness that way. Nor will you find peace, if you spend more time looking for a perfect person or the perfect teacher. The Buddha taught us to look at the Dhamma, the truth, and not to look at other people.

Melihat keluar diri sendiri adalah untuk membandingkan dan membedakan.
Anda tidak akan menemukan kebahagiaan dengan cara itu.
Anda juga tidak akan dapat menemukan kebahagiaan
bila Anda menghabiskan waktu untuk mencari orang atau guru yang sempurna.
Sang Buddha mengajar kita untuk melihat pada Dhamma, kebenaran, dan
tidak melihat pada orang lain.


105
Anyone can build a house of wood and bricks, but the Buddha taught us that sort of home is not our real home. It’s a home in the world and it follows the ways of the world. Our real home is inner peace.

Setiap orang dapat membangun rumah dari kayu dan bata,
tetapi Buddha mengajarkan kita bahwa rumah yang ada bukanlah rumah kita yang sesungguhnya. Itu adalah rumah di dunia dan mengikuti langkah duniawi.
Rumah kita yang sebenarnya adalah kedamaian di dalam.


106
The forest is peaceful, why aren’t you? You hold on to things causing your confusion. Let nature teach you. Hear the bird’s song then let go. If you know nature, you’ll know Dhamma. If you know Dhamma, you’ll know nature.

Hutan penuh kedamaian, mengapa Anda tidak? Anda berpegang pada sesuatu yang
menyebabkan Anda kebingungan. Biarkan alam mengajari Anda. Dengarkan burung
bernyanyi dan lepaskan. Bila Anda mengetahui alam, Anda akan mengetahui Dhamma.
Bila Anda mengenal Dhamma, Anda akan mengetahui alam.


107
Looking for peace is like looking for a turtle with a mustache. You won’t be able to find it. But when your heart is ready, peace will come looking for you.

Mencari kedamaian seperti mencari kura-kura berjenggot.
Anda tidak akan mampu menemukannya.
Tetapi ketika hati Anda siap, kedamaian akan datang mencari Anda.


108
Virtue, concentration, and wisdom together make up the Path. But this Path is not yet the true teaching, not what the teacher actually wanted, but merely the Path that will take you there. For example, say you traveled the road from Bangkok to Wat Pah Pong; the road was necessary for your journey, but you were seeking Wat Pah Pong, the monastery, not the road. In the same way, we can say that virtue, concentration, and wisdom are outside the truth of the Buddha but are the road that leads to truth. When you have developed these three factors, the result is the most wonderful peace.

Kebajikan (sila), konsentrasi (samadhi), dan kebijaksanaan(panna) bersama membuat
Sang Jalan. Tetapi Sang Jalan bukan merupakan ajaran sebenarnya, bukan seperti yang
diinginkan Sang guru, tetapi hanya jalanyang dapat membawamu. Contohnya,
katakanlah Anda melakukan perjalanan dari Bangkok ke Wat Pah Pong. Jalannya perlu
untuk perjalanan Anda, tetapi Anda mencari Wat Pah Pong, vihara, bukan jalannya.
Dengan cara yang sama, kita dapat mengatakan kebajikan, konsentrasi, dan
kebijaksanaan berada di luar kebenaran Buddha tetapi merupakan Jalan yang mengarah
kepada kebenaran. Ketika Anda telah mengembangkan ketiga faktor ini, hasilnya
adalah kedamaian yang terindah.



Tidak ada komentar: