Kamis, 07 Juni 2012

All Is Well



Sekitar dua Bulan lalu, tepatnya tanggal 16 Februari 2012, ibunda Ajahn Brahm,Hazel Betts, meninggal dunia dalam usia 83 tahun diLondon, Inggris. Menurut Ajahn Brahm, ibunya menderita alzheimer selama 2 tahun.

Beliau bahkan tidak bisa mengenali saya. Saya tidak tahu kenapa, padahal saya kelihatannya berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Beliau juga tidak bisa mengenali saudara-saudara saya dan semua orang. Sehingga beliau terpaksa tinggal di rumah perawatan selama 2,5 tahun terakhir.

Sejujurnya saya tidak merasa sedih ketika menerima email yang mengabarkan ibu saya meninggal. Saya sudah bisa menduga pasti suatu saat ibu akan meninggalkanku. Karenanya saya tidak merasa terkejut ketika mendengar kabar wafatnya ibu melalui email.

Ajahn Brahm meyakini sebuah hal yang positif terjadi pada ibunya ketika meninggal. Sebagai seorang meditator, Ajahn Brahm tahu bahwa ketika seseorang akan meninggal, batin akan lepas dari otak sehingga kita bisa mengingat kembali siapa diri kita, semuanya akan kembali lagi.

Dan saya tahu itu akan terjadi pada ibu saya. Saya tahu ketika beliau akan meninggal, beliau tahu siapa dirinya. Beliau akan ingat telah banyak berbuat baik. Itu akan memberinya begitu banyak kebahagiaan. Dengan begitu, batin beliau akan merasa bahagia dan damai.

Saya merasa beliau selama ini seperti dimasukkan ke dalam penjara, dan ketika meninggal, beliau seperti terbebas dari penjara. Jadi, saya tidak merasa sedih sama sekali. Saya justru merasa begitu bahagia dan damai karena orang yang begitu baik selama hidupnya akhirnya bisa bebas dan pergi ke kehidupan berikutnya.

Jadi, walaupun seseorang akan meninggal dunia, itu adalah sesuatu yang baik jika selama hidup Anda menjalaninya dengan baik.

Dikutip Dari Ceramah Ajahn Brahm Tour d'Indonesia 2012

www.Buddhistzone.com

Tidak ada komentar: