Kamis, 14 Juni 2012

thich nhat hanh



Salah satu Master Zen yang sangat terkenal dan
dihormati di dunia hingga hari ini, seorang pujangga,
serta aktivis perdamaian dan hak asasi manusia,
Thich Nhat Hanh memimpin kehidupan yang luar biasa.

THICH NHAT HANH (THÍCH NHÃT HANH)
(dalam bahasa Inggris dieja: Tik · N'yat · Hawn) adalah seorang bhikkhu Zen Buddhis yang merupakan ekspatriat Vietnam. Seorang guru, pengarang, dan aktivis perdamaian, Nhat Hanh terlahir dengan nama Nguyn Xuân Bo di Vietnam Tengah pada 11 Oktober 1926. Beliau bergabung pada sebuah vihâra Zen yang bernama Vihara Tu Hieu dekat Hue, Vietnam,di mana guru pertamanya adalah Dhyana (seorang guru meditasi Zen) Master Thanh Quy Chan That, di usia 16 tahun, mempelajari ajaran Buddha sebagai seorang umat awam. Lulus dari Bao Quoc Buddhist Academy di Vietnam Pusat, Thich Nhat Hanh menerima pelatihan di Zen (dalam bahasa Vietnam:Thien) dan sekolah Buddhis Mahayana dan ditahbiskan sebagai bhikkhu pada tahun 1949. Gelar Thich digunakan oleh semua bhikkhu dan bhikkhuni Vietnam, yang berarti bahwa mereka adalah bagian dari kaum atau suku Sakya (Sakyamuni Buddha). Beliau menciptakan istilah “Engaged Buddhism” dalam buku berbahasa Vietnam yang ditulisnya, Lotus In A Sea of Fire.

Hanya dalam delapan tahun kemudian, Beliau membantu mendirikan pusat lokakarya Buddhis yang menjadi sangat terkenal di Vietnam Selatan yaitu Lembaga Buddhis An Quang. Pada tahun 1961, Nhat Hanh datang ke Amerika Serikat untuk belajar dan mengajar perbandingan agama di Universitas Columbia dan Princeton. Tetapi pada tahun 1963, rekan bhikkhu Beliau di Vietnam menelegram Beliau agar pulang untuk bergabung dengan mereka dalam tugas mengakhiri peperangan setelah jatuhnya rezim Diem yang kejam, Beliau segera pulang dan membantu memimpin salah satu gerakan perlawanan tanpa kekerasan, sepenuhnya berdasarkan prinsip-prinsip Mahatma Gandhi.

selama perang vietnam

Pada tahun 1964, bersama dengan sejumlah profesor dan mahasiswa di Vietnam,
Thich Nhat Hanh mendirikan Sekolah Pekerja Sosial bagi Pemuda (SYSS), yang oleh
media-media Amerika disebut sebagai 'Korps Perdamaian Kecil'. 
SYSS adalah sebuah organisasi kepemudaan yang sepenuhnya berkomitmen pada pelayanan dan pembebasan bagi kaum rakyat jelata, mereka pergi ke daerah-daerah pedesaan untuk membangun sekolah-sekolah dan klinik-klinik kesehatan, dan selanjutnya membangun kembali desa-desa yang telah hancur dibom. 
SYSS mengumpulkan sekitar sepuluh ribu bhikkhu, bhikkhuni, pemuda, dan pelajar sukarelawan,memusatkan pekerjaannya pada prinsip-prinsip Buddhis yang tanpa kekerasan.
Di sela-sela kesibukannya dalam kemanusiaan, Thich Nhat Hanh mendirikan La Boi
Press, sebuah penerbit yang sekarang menjadi besar di Vietnam. 
Di dalam buku-buku Beliau dan sebagai editor-kepala dalam penerbit resmi Unified Buddhist Church, Beliau menghendaki agar diadakan rekonsiliasi antara pihak-pihak yang bertikai di Vietnam,dan karenanya tulisan-tulisan Beliau disensor oleh kedua pemerintahan yang bertentangan.

Universitas Buddhis Van Hanh menjadi sebuah universitas swasta bergengsi yang
berfokus pada pelajaran Buddhis, budaya dan bahasa Vietnam. 
Nhat Hanh mengajar psikologi Buddhis dan kesusasteraan Prajna-paramita
Pada sebuah rapat di bulan April 1965, persatuan mahasiswa universitas Van Hanh mengeluarkan pernyataan Seruan Perdamaian terhadap perang yang terjadi di Vietnam. Tema pokok dari rapat tersebut adalah: “Inilah saatnya bagi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan untuk mencari cara untuk menghentikan perang dan membantu semua orang Vietnam untuk hidup secara damai dan dengan saling menghargai.” Ketika Thich Nhat Hanh meninggalkan Amerika tidak lama setelah itu, kendali atas Universitas Van Hanh diambil alih oleh salah seorang rektor yang berkeinginan memutuskan hubungan Thich Nhat Hanh dan SYSS.

Atas desakan para rekan bhikkhu-nya, Thich Nhat Hanh kembali ke Amerika pada
tahun 1966, menerima undangan dari Fellowship of Reconciliation dan Universitas Cornell untuk berbicara dalam sebuah simposium. 
Di sana Beliau menjabarkan aspirasi dan penderitaan dari masyarakat Vietnam yang bungkam (New Yorker, 25 Juni 1966).
Ketika itu, Beliau memiliki jadwal pembicaraan dan pertemuan pribadi yang sangat
padat dengan masyarakat Amerika, dan Beliau juga terus berusaha mengusahakan
perdamaian bagi peperangan.
Thich Nhat Hanh telah menulis surat kepada Martin Luther King Jr. pada tahun 1965 yang berjudul: “Pencarian Musuh Seorang Pria” dan selama tinggal di Amerika pada tahun 1966, Thich Nhat Hanh bertemu dengan Martin Luther King, Jr. dan mendesaknya untuk menentang Perang Vietnam di hadapan umum. Merin Luther King Jr. begitu tersentuh oleh Nhat Hanh dan rancangan-rancangan perdamaian Beliau. Dr. King memberikan pidatonya yang mengesankan di Riverside Church di New York pada tahun 1967, yang memuat pertanyaan pertamanya mengenai keterlibatan Amerika di Vietnam yang ditujukannya untuk publik. Lewat tahun tersebut, Dr. King menominasikan Thich Nhat Hanh sebagai penerima hadiah Nobel Perdamaian. Dalam kata pengantar untuk nominasi tersebut, King menyebutkan, “Saya tidak mengetahui setiap orang secara personal yang lebih pantas untuk menerima penghargaan ini selain seorang bhikkhu lemah lembut dari Vietnam ini. Pemikiran serta idei-denya untuk perdamaian, jika benar-benar diterapkan, akan dapat membangun sebuah karya besar untuk umum, untuk persaudaraan di seluruh dunia, dan untuk kemanusiaan.” (Walaupun ada penghargaan tinggi dari King, panitia Nobel memutuskan tidak memberikan hadiah pada tahun itu. Kebijakan King untuk menganugerahi Nobel Perdamaian tersebut merupakan pelanggaran terhadap tradisi Nobel dan merupakan“permintaan keras” yang sangat terang-terangan terhadap panitia Nobel.).
Penampilan King di hadapan publik untuk menentang perang Vietnam dalam sebuah press conference di Chicago, bersama Thich Nhat Hanh,sebagian besar akibat pengaruh Nhat Hanh.
Perang Vietnam menghadapkan vihâra dengan pertanyaan apakah mereka menganut kehidupan komunis dan tetap bermeditasi dalam vihâra, atau membantu para penduduk desa yang menderita setelah serangan bom dan pengrusakan lainnya akibat perang. Nhat Hanh adalah salah seorang dari yang memilih untuk melakukan keduanya, membantu mendirikan pergerakan “penganut ajaran Buddha yang menarik hati”.Kehidupannya telah didedikasikan untuk membantu transformasi di dalam untuk keuntungan bagi individu maupun masyarakat.

pengasingan
Pada tahun 1969, atas permintaan Unified Buddhist Church of Vietnam,Thich Nhat Hanh membentuk Delegasi Perdamaian Buddhis pada Pembicaraan Perdamaian Paris.
Ketika Persetujuan Perdamaian Paris ditandatangani pada tahun 1973, pemerintah Vietnam menolak izin Thich Nhat Hanh untuk kembali ke Vietnam, dan beliau diasingkan ke sebuah tempat pengasingan di Prancis. Dari tahun 1976 hingga tahun 1977, beliau memimpin usaha untuk membantu menyelamatkan orang-orang Vietnam kapal di Teluk Siam, tetapi dipaksa untuk berhenti karena adanya permusuhan antara pemerintah Vietnam dan Singapura. Di tahun 1969, Thich Nhat Hanh mendirikan Persatuan Gereja Buddhis (Église Bouddhique Unifiée) di Prancis (bukan merupakan bagian dari Unified Buddhist Church of Vietnam).

kentang manis
Sejak pertengahan tahun 60-an, beliau mengepalai vihâra dan kumpulan umat awam, Order of Inter-Being, mengajar Lima dan Empat Belas Latihan Kesadaran Murni dan Engaged Buddhism”. Persatuan Gereja Buddhis adalah sebuah badan pemerintah yang diakui secara legal untuk Desa Plum di Prancis; untuk Vihâra Hutan Maple dan Pusat Dharma Gunung Hijau di Vermont, Komunitas Kehidupan Kesadaran Murni, Parallax Press, Vihâra Taman Kijang di California, dan Desa Magnolia di Mississippi.
Thich Nhat Hanh dan Order of Inter-Being telah mendirikan vihâra-vihâra dan pusat Dharma di wilayah Amerika Serikat yaitu Vihâra Taman Rusa (Tu Vien Lec Uyen) Ii Escondido, California, Vihâra Hutan Maple (Tu Vien Reng Phong) dan 
Pusat Dharma Gunung Hijau (Ðeo Tràng Thanh Son), keduanya di Vermont, serta Pusat Pelatihan Gunung Hijau (Ðeo Tràng Mec Lan) di Mississipi. Vihâra-vihâra ini terbuka untuk umum selama hampir sepanjang tahun dan melangsungkan retret-retret bagi orang-orang awam.
Order Of Inter-Being juga memfokuskan retret bagi kelompok umat awam, seperti para sanak keluarga, anak-anak remaja, para pejuang veteran, orang-orang dari industry hiburan, para anggota kongres, para pelaksana hukum kantoran, orang-orang dari berbagai latar belakang, dan kelompok profesional maupun peneliti ilmiah.
Meskipun Thich Nhat Hanh tidak dapat mengunjungi tanah air Beliau, salinan tulisan tangan dari berbagai buku Beliau tetap beredar di Vietnam secara sembunyi-sembunyi. Kehadiran Beliau juga dirasakan melalui kehadiran murid-murid dan teman-teman Beliau di seluruh dunia yang bekerja sepenuhnya berusaha meringankan penderitaan rakyat Vietnam yang sangat miskin, secara diam-diam membantu keluarga-keluarga yang kelaparan, juga berkampanye demi para penulis, artis, bhikkhu, dan bhikkhuni yang telah dipenjara karena kepercayaan dan hasil karya mereka. Pekerjaan ini meluas sampai pada membantu para pengungsi yang ditakut-takuti dengan pemulangan kembali ke tanah airnya, serta mengirimkan bantuan material dan spiritual kepada para pengungsi di kamp-kamp penampungan di Thailand, Malaysia, dan Hongkong.
Di tahun 1975, beliau membentuk Pusat Meditasi Kentang Manis (The Sweet Potatoes Meditation Center), di sebuah daerah di sebelah barat daya Paris. Pusat ini mampu tumbuh dengan pesat dan di tahun 1982, beliau dan seorang teman seperjuangannya Sister Chan Khong mendirikan Pusat Buddhis Desa Plum (Làng Mai), dekat Bordeaux, yang dinamakan Desa Keberuntungan. Desa ini dikelilingi oleh kebun anggur dan lading gandum, jagung, dan bunga matahari, sebuah tempat yang sangat nyaman untuk retret meditasi.
Selama beberapa tahun, Nhat Hanh tinggal menyepi di Kentang Manis —membaca, bermeditasi, menulis,menjilid buku, berkebun, dan kadang-kadang menerima tamu.
Beliau juga mendirikan sebuah vihâra dan pusat pelatihan di Dordogne di Prancis Selatan.
Sejak tahun 1983, Thich Nhat Hanh telah mengunjungi Amerika Utara setiap tahun sekali untuk membimbing berbagai latihan meditasi dan mengajarkan tentang hidup dengan penuh sadar dengan tanggung jawab sosial, "menciptakan kedamaian tepat pada saat kita hidup ini."
Pada September 2001, hanya beberapa hari setelah serangan bunuh diri dari teroris terhadap gedung kembar WTC di New York, Amerika,beliau mendapat kesempatan berbicara dalam sebuah pidato yang mengesankan mengenai penyelesaian persoalan tanpa kekerasan dan tindakan untuk memaafkan atas apa yang terjadi,di Gereja Riverside di kota New York. Pada September 2003 beliau menjadi anggota dari Kongres Amerika, dan memimpin mereka bersama dalam sebuah retret selama 2 hari.
Thich Nhat Hanh mengombinasikan pengetahuannya yang dalam dari unsur metode ajaran tradisional Zen dengan metode dari Buddhis Theravâda serta ide-ide dari psikologi Barat untuk membentuk pendekatannya ke arah praktek Zen modern.
Thich Nhat Hanh menjadi seseorang yang berpengaruh penting dalam 
perkembangan Buddhis di Barat. 
Sebagai salah satu guru Buddhis yang sangat terkenal di Barat, ajaran dan praktek latihan yang diberikan Thich Nhat Hanh menarik orang-orang dari berbagai macam latar belakang agama, kepercayaan, dan politik. Beliau menawarkan praktek kesadaran murni yang sering diadaptasikan dengan sifat-sifat dan budaya orang Barat.
Thich Nhat Hanh diakui sebagai salah seorang guru hebat dalam abad kedua puluh.
Di tengah-tengah masyarakat kita yang menekankan pada kecepatan, efisiensi, dan kesuksesan materi,kemampuan Beliau untuk berjalan tenang, penuh kedamaian, dan sadar, serta mengajar kita untuk melakukan hal yang sama, 
telah membuat Beliau disambut dengan antusias di Barat. 
Meskipun cara penyampaian Beliau sederhana, tetapi pesan Beliau menunjukkan intisari kedalaman pemahaman tentang kenyataan yang muncul dari meditasi Beliau, latihan Buddhis Beliau, serta pengabdian Beliau terhadap dunia.Cara mengajar Beliau berpusat di sekitar napas yang disadari—penyadaran terhadap setiap tarikan dan hembusan napas—dan, melalui napas yang disadari, kita menyadari setiap tindakan yang kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari.
Meditasi, Beliau katakan pada kita, tidaklah hanya di dalam ruang meditasi saja.
Meditasi sama mulianya dengan mencuci piring secara sadar, bersujud, atau menyalakan dupa. Beliau juga mengatakan kepada kita bahwa membentuk senyuman di wajah kita dapat mengendurkan berates-ratus otot dalam tubuh kita—Beliau menyebutnya 'Yoga Mulut'—dan pada kenyataannya, riset telah menunjukkan bahwa ketika kita melenturkan otot-otot wajah kita ke dalam ekspresi kegembiraan,kita betul-betul menghasilkan efek pada sistem syaraf kita yang mengarah pada kegembiraan sebenarnya.
Beliau mengingatkan pada kita bahwa kedamaian dan kebahagiaan itu tersedia jika saja kita dapat menenangkan pikiran kita yang telah lama kacau, untuk kembali pada saat kini dan melihat langit biru, senyum seorang anak, indahnya matahari terbit. Jika kita damai, jika kita berbahagia, kita bisa tersenyum, dan setiap orang dalam keluarga kita, seluruh masyarakat kita, bisa memetik manfaat dari kedamaian kita. (*)

L I T E R AT U R
1. -http://buddhism.2be.net/Thich_Nhat_Hanh
2. -http://www.parallax.org
3. -http://wikipedia.org
4. -http://purifymind.com
5 Damai di Setiap Langkah
oleh Thich Nhat Hanh, diedit oleh Arnold Kotler
-Mutiara Dhamma, Denpasar, Bali, 1999

 (DAWAI)

Tidak ada komentar: