Sabtu, 14 Januari 2012

Impermanence (Ketidak-kekalan)



Impermanence
Ketidak-kekalan

45

Conditions exist through change. You can’t prevent it. Just think, could you exhale without inhaling? Would it feel good? Or could you just inhale? We want things to be permanent, but that can’t be. It’s impossible.

Kondisi ada melalui perubahan. Anda tidak dapat mencegahnya.
Coba pikirkan,dapatkah Anda mengeluarkan nafas tanpa menghirupnya?
Apakah itu terasa enak? Atau
Anda hanya menarik nafas tanpa mengeluarkannya?
Kita ingin agar segala sesuatu kekal, tetapi tidak bisa.
Itu mustahil.

46
If you know that all things are impermanent, all your thinking will gradually unwind and you won’t need to think too much. Whenever anything arises, all you need to say is "Oh, another one!" Just that!

Jika Anda tahu bahwa segala sesuatu tidak kekal,
semua pemikiranmu berangsur-angsur akan terbuka,
maka Anda tidak perlu berpikir terlalu banyak.
Ketika yang lain muncul, yang perlu Anda katakan adalah
“Oh, satu lagi!” Hanya itu.


47
Any speech which ignores uncertainty is not the speech of a sage.

Pembicaraan yang mengabaikan ketidak-kekalan
bukanlah pembicaraan dari orang bijaksana.


48
If you really see uncertainty clearly, you will see that which is certain. The certainty is that things must inevitably be uncertain and that they cannot be otherwise. Do you understand? Knowing just this much, you can know the Buddha, you can rightly do reverence to him.

Jika Anda benar-benar melihat ketidak-pastian dengan jelas,
Anda akan melihat mana yang pasti.
Yang pasti adalah bahwa segala sesuatu tidak terelakkan dari ketidakpastian,
tidak mungkin sebaliknya. Apakah Anda mengerti? Hanya dengan memahami hal ini,
Anda dapat memahami Buddha, Anda dapat langsung melakukan penghormatan
kepada-Nya.

49
If your mind tries to tell you it has already attained the level of sotapanna, go and bow to a sotapanna. He’ll tell you himself it’s all uncertain. If you meet a sakadagami, go and pay respects to him. When he sees you, he’ll simply say, "Not a sure thing!" If there’s an anagami, go and bow to him. He’ll tell you only one thing, "Uncertain!" If you meet even an arahant, go and bow to him. He’ll tell you even more firmly, "It’s all even more uncertain!" You’ll hear the words of the Noble Ones: "Everything is uncertain. Don’t cling to anything!"

Bila pikiran Anda mencoba memberitahu bahwa Anda telah mencapai tingkat kesucian
Sotapanna, pergi dan menghormatlah pada seorang Sotapanna. Dia akan
memberitahumu bahwa semua tidak kekal. Jika Anda bertemu seorang Sakadagami,
pergi dan beri hormat kepadanya. Ketika dia melihatmu, dia akan berkata,”Bukan
sesuatu yang dapat dipastikan!” Jika ada seorang Anagami, pergi dan menghormatlah.
Dia hanya akan memberitahumu satu hal, “Tidak kekal!” Bahkan jika Anda bertemu
seorang Arahat, pergi dan menghormatlah. Dia akan mengatakan kepada Anda dengan
lebih tegas,”Ini bahkan lebih tidak pasti!” Lalu kamu akan mendengar kata-kata
Buddha: “Segala sesuatu tidak kekal. Jangan bergantung pada apapun!”


50
Sometimes I’d go to see old religious sites with ancient temples. In some places they would be cracked. Maybe one of my friends would remark, "Such a shame, isn’t it? It’s cracked." I’d answer, "If they weren’t cracked there’d be no such thing as the Buddha. There’d be no Dhamma. It’s cracked like this because it’s perfectly in line with the Buddha’s teaching."

Kadang saya pergi untuk melihat peninggalan keagamaan dan vihara-vihara kuno. Di
beberapa te mpat pasti ada yang retak. Mungkin salah satu teman saya akan berkata,
“Sungguh sayang bukan? Ada retakan.” Saya akan menjawab, “Kalau tidak ada yang
retak, maka juga tidak ada hal seperti Buddha. Juga tidak akan ada Dhamma. Ada yang
retak justru karena ini benar-benar sejalan dengan ajaran Buddha.”

51
Conditions all go their own natural way. Whether we laugh or cry over them, they just go their own way. And there is no knowledge of science, which can prevent this natural course of things. You may get a dentist to look at your teeth, but even if he can fix them, they still finally go their natural way. Eventually even the dentist will have the same trouble. Everything falls apart in the end.

Semua kondisi berjalan sesuai dengan jalannya sendiri. Walaupun kita tertawa atau
menangis, semuanya tetap berjalan sesuai dengan jalannya sendiri. Dan tidak ada ilmu
pengetahuan yang bisa mencegah jalan alami ini. Anda mungkin pergi ke dokter gigi
untuk memeriksa gigi. Walaupun dokter gigi bisa mengobatinya, pada akhirnya gigi
tersebut tetap akan berjalan sesuai dengan jalannya juga. Bahkan dokter gigi pun akan
mengalami hal yang sama. Semuanya akan seperti itu pada akhirnya.

52
What can we take for certain? Nothing! There’s nothing but feelings. Suffering arises, stays, then passes away. Then happiness replaces suffering - only this. Outside of this, there is nothing. But we are lost people running and grabbing at feelings continuously. Feelings are not real, only changes.

Apa yang bisa kita ambil untuk sebuah kepastian?
Tidak ada, semua hanya perasaan.
Penderitaan muncul, tinggal dan pergi.
Lalu kebahagiaan muncul menggantikan penderitaan – hanya itu.
Di luar itu, tidak ada apa-apa. Tetapi kita justru berlari dan
berpegang pada perasaan terus-menerus.
Perasaan tidaklah nyata, perubahanlah yang nyata.



Tidak ada komentar: