Senin, 14 November 2011

MENCARI BUDDHA DI LUAR



Oleh : Venerable Ajahn Chah

   
Karena  frustrasi, seorang bhikkhu Barat meminta ijin kepada Ajahn Chah untuk pergi.  Latihan dan penyerahan-diri pada kehidupan vihara sangat sulit baginya, dan  bhikkhu inipun mulai mencari-cari kesalahan yang ada di sekitarnya.
"Bhikkhu-bhikkhu lain berbicara terlalu banyak ... Mengapa harus ber-chanting? ... Saya butuh waktu sendirian untuk bermeditasi. ... Bhikkhu yang lebih senior tidak  mengajarkan kepada pendatang baru dengan baik, demikian juga Anda"; demikian  protesnya kepada Ajahn Chah dalam nada putus-asa. "Bahkan Anda sendiri tidak  tampak sudah mencapai pencerahan; Anda selalu berubah - kadang Anda ketat,  kadang Anda kelihatan tidak peduli. Bagaimana saya tahu kalau Anda sudah  mencapai pencerahan?"
Mendengar hal itu Ajahn Chah tertawa dalam hati. Terhibur sekaligus jengkel kepada  bhikkhu muda ini. "Baguslah kalau saya tidak kelihatan telah mencapai kesucian di matamu", katanya, "Sebab bila saya cocok dengan model bagaimana seseorang  yang telah mencapai kesucian batin itu harus bertindak, kamu masih akan terikat untuk mencari Buddha yang ada di luar dirimu. Beliau tak ada di luar sana, Beliau ada di dalam hatimu".
Mendengar itu, bhikkhu itu disadarkan; ia bersujud menghormat dan kembali ke pondok  meditasi untuk mencari Buddha yang sesungguhnya.


Sumber Buku : "Telaga Hutan Yang Hening"

Tidak ada komentar: