Rabu, 02 November 2011

Damai di Setiap Langkah 2


SI DANDELION MENYIMPAN SENYUMKU


Jika seorang anak tersenyum, jika seorang dewasa tersenyum,itu sangat penting. 
Jika di dalam kehidupan sehari-hari kita bisa tersenyum, jika kita bisa merasa damai dan bahagia, maka tidak hanya kita, tetapi setiap orang akan memperoleh manfaat darinya.
Jika kita benar-benar mengerti bagaimana cara untuk hidup, jalan lebih baik manakah yang bisa mengawali hari ini selain daripada sebuah senyuman? Senyuman kita memperkokoh kesadaran dan
keputusan kita untuk hidup dalam kedamaian dan kegembiraan.
Sumber dari senyuman sejati adalah batin yang telah terbangun atau batin yang terjaga.
Bagaimana cara anda agar ingat untuk tersenyum ketika anda bangun?
Anda bisa menggantungkan sebuah peringatan – seperti sepotong dahan, selembar daun, sebuah lukisan, atau kata-kata yang membangkitkan semangat – di jendela atau di langit-langit kamar di atas ranjang, sehingga anda melihatnya ketika bangun.
Sekali anda mengembangkan praktik untuk tersenyum, anda tidak membutuhkan sebuah peringatan lagi. Anda akan tersenyum segera setelah anda mendengar burung berkicau atau melihat sinar matahari menembus jendela.
Senyuman membantu anda menjalani hari itu dengan kelembutan dan pengertian.
Ketika saya melihat seseorang tersenyum, saya segera mengetahui bahwa ia berada dalam batin yang sadar (penuh sati).
Bibir yang setengah-tersenyum ini, sudah berapa banyakkah seniman yang menuangkannya ke dalam karya-karya patung dan lukisan yang tak terhitung banyaknya?
Saya percaya senyuman yang sama terdapat pula pada wajah para pemahat dan pelukisnya
ketika mereka mengerjakannya. Bisakah anda bayangkan seorang pelukis yang marah menghasilkan senyuman itu? Senyuman
Monalisa tipis, hanya isyarat sebuah senyuman. Tetapi senyuman seperti itu pun cukup untuk merilekskan semua otot di wajah kita, untuk membuang semua kecemasan dan kelelahan.
Senyuman yang sekilas di bibir kita memelihara kesadaran dan secara ajaib menenangkan kita.
Ia mengembalikan kedamaian yang kita pikir telah hilang.
Senyuman kita akan membawa kebahagiaan pada kita dan mereka yang ada di sekitar kita.
Biarpun kita membelanjakan banyak uang untuk membeli hadiah-hadiah buat setiap orang dalam keluarga kita, tidak satu pun dari yang kita beli itu bisa memberi mereka begitu banyak kebahagiaan seperti
pemberian kesadaran kita, senyuman kita.
Dan hadiah berharga ini tidak memerlukan biaya.
Pada akhir suatu retret (pelatihan meditasi) di California, seorang teman menulis sajak ini:
Aku telah kehilangan senyumanku, tetapi jangan khawatir.
Si dandelion menyimpannya.
Jika anda telah kehilangan senyuman anda tetapi masih bisa melihat bahwa setangkai dandelion menyimpannya untuk anda,
keadaannya tidaklah begitu buruk. Anda masih punya cukup kesadaran untuk melihat bahwa senyuman tersebut ada di sana.
Anda hanya perlu bernapas dengan sadar satu atau dua kali dan anda akan mendapatkan kembali senyuman anda.
Si dandelion adalah salah satu anggota himpunan teman anda.
Ia ada di sana, cukup setia, menyimpan senyuman untuk anda.
Pada kenyataannya, segala sesuatu di sekeliling anda menyimpan senyuman anda untuk anda.
Anda tidak perlu merasa tekucil. Anda hanya perlu membuka diri terhadap dukungan yang semuanya
berada di sekeliling anda.
Seperti teman yang melihat bahwa senyumannya disimpan oleh si dandelion, anda dapat bernapas
dengan sadar dan senyuman anda akan kembali.


                                                                                          

Tidak ada komentar: